Riba Merajalela, Bangsa di Ambang Kehancuran

TANGERANG – Musibah yang bertubi-tubi dialami bangsa ini tidak lepas dari perilaku manusianya. Di awali dengan banyak melanggar perintah Allah SWT.

Demikan dikatakan  Ketua Umum Riba Crisis Centre (RCC) Deri Suandi, saat memberikan sambutan di acara Akad Istishna Akbar perumahan syariah group Rumahku Surgaku di Hotel Horison, Pinang Kota Tangerang, Ahad (6/1/2020).

Ketua Umum RCC Deri Suandi memberikan sambutan di acara Akad Istishna Akbar perumahan syariah group Rumahku Surgaku.

Deri menegaskan, bangsa ini bisa bertobat kepada Allah SWT. Sehingga berbagai musibah langsung lenyap. Allah SWT kemudian akan ridho dan jamin kehidupannya.

Deri menjelaskan, bahwa bangsa ini rusak karena hilangnya rahmat dari Allah SWT. Kerusakan diawali merajalelanya praktik riba di masyarakat. Padahal riba sudah dilarang karena merupakan perbuatan dosa besar.

Menurutnya,  efek riba itu berimbas ke mana-mana. Bagi si pelaku hidup jadi tak nyaman dan kehilangan keseimbangan berpikir. Ia menilai, pencetak riba terbesar adalah KPR (Kredit ke-Pemilikan Rumah) yang disertai bunga.

Seseorang yang memiliki KPR tersebut akan tergiring untuk memenuhi kebutuhan di dalam rumahnya dengan mengharapkan bantuan lembaga ribawi. Seperti untuk membeli barang-barang elektronik dan kendaraan.

Deri mengharapkan, bangsa ini cepat tobat riba supaya turun rahmat dari Allah SWT.  Sementara untuk melepas riba tidak bisa dengan seminar-seminar tapi lewat gerakan nyata. Lembaga RCC sendiri melakukannya dengan Edukasi, Advokasi, dan Ekonomi. (wan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *