Hukum Membeli Emas Secara Virtual Menurut Syariah

RCC Online, Tangerang- Dewasa ini beberapa transaksi manual sudah mulai digerus dengan uang virtual. Dari kebutuhan harian terkecil hingga yang besar sudah bisa dilaksanakan secara virtual dan juga disediakan uang virtual.

Dari beberapa transaksi tersebut ada pihak yang menyediakan penjualan emas secara virtual yaitu pembeli membayar sejumlah uang untuk menebus emas non fisik dan dikenakan administrasi pertahunnya. Seperti menabung uang tetapi bentuknya emas. Penjual menilai rupiah mengikuti berat emas yang dibeli oleh pembeli.

Bagaimanakah islam mensikapi hal seperti ini? Mari kita telaah bersama sebuah hadits dari Dari Ubadah bin Shamit radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

الذَّهَبُ بِالذَّهَبِ وَالْفِضَّةُ بِالْفِضَّةِ مِثْلاً بِمِثْلٍ ، سَوَاءً بِسَوَاءٍ ، يَدًا بِيَدٍ ، فَإِذَا اخْتَلَفَتْ هَذِهِ الأَصْنَافُ فَبِيعُوا كَيْفَ شِئْتُمْ إِذَا كَانَ يَدًا بِيَدٍ

Jika emas dibarter dengan emas, perak dengan perak, gandum halus dengan gandum halus, gandum sya’ir dengan gandum sya’ir, kurma dengan kurma, garam dengan garam, maka takarannya harus sama dan harus tunai. Jika benda yang dipertukarkan berbeda, maka takarannya sesuai yang kalian inginkan, asalkan tunai.” (HR. Muslim).

Dari sini bisa kita ambil pemahaman bahwa jual beli emas secara virtual tersebut adalah haram karena membeli emas secara virtual berarti membeli emas secara tidak tunai, dalam arti uangnya diserahkan sekarang, sementara emasnya belum ada (tertunda).

Wallahu a’lam bisshowab

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *