Hukum Menimbun Barang Kebutuhan untuk Tujuan Komersil

RCC Online, Tangerang – Dunia internasional termasuk Indonesia pada hari belakangan ini sedang diserang wabah yang mematikan. Tidak hanya mematikan manusia tetapi juga mematikan perekonomian bahkan tatanan kemanusiaan.

Corona, sebuah wabah virus yang muncul pertama kali di sebuah kota di Cina yaitu Wuhan. Menurut ahli kesehatan, hanya dalam hitungan detik virus ini bisa berpindah dari satu orang ke orang yang lainnya. Ratusan bahkan ribuan orang di seluruh dunia sudah meninggal karena serangan virus ini.

Dengan fenomena virus ini, ada orang yang tega mengambil kesempatan dalam kesusahan yaitu dengan menimbun barang kebutuhan untuk dijual kembali dengan harga yang lebih mahal. Lantas bagaimanakah pandangan islam mensikapi hal ini?

Membeli barang dengan skala besar atau memborong untuk ditimbun kemudian dijual kembali dengan harga yang menggila di dalam islam disebut sebagai ihtikar. Para ulama sepakat bahwa ihtikar hukumnya dilarang atau haram, walau akad jual-belinya tetap sah.

Dalil yang dijadikan landasan hukum tersebut ialah sebagai berikut:

“Siapa menimbun barang dengan tujuan agar bisa lebih mahal jika dijual kepada umat Islam, maka dia telah berbuat salah.” (HR. Abu Hurairah).

Dalam riwayat lain dijelaskan, dari “Ma’mar bin Abdullah, Rasulullah SAW bersabda, ‘Tidaklah seseorang melakukan penimbunan melainkan dia adalah pendosa.” (HR. Muslim).

“Dari Al Qasim bin Yazid dari Abu Umamah, beliau mengatakan, ‘Rasulullah melarang penimbunan bahan makanan.” (HR. Hakim).

1 thought on “Hukum Menimbun Barang Kebutuhan untuk Tujuan Komersil

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *