Riba Crisis Centre (RCC) mengawali keberadaannya sebagai sebuah komunitas. Kumpulan orang-orang yang memiliki kesamaan rasa, maksud, dan tujuan. Beranjak dari kesadaran akan dosa dan laknat Riba, menyadari bahaya laten Riba bagi umat muslim dan masyarakat Indonesia. Yang merusak sendi-sendi Tauhid-nya serta menjajah semua potensi ekonomi bangsa. Dan yang paling utama RCC adalah kumpulan orang – orang yang ingin berhijrah dan kembali taat pada Allah dan Rasul-Nya serta berharap bisa bermanfaat bagi umat.

Dalam kegiatannya RCC mengusung 3 pilar konsep kerja. Yaitu Edukasi – Advokasi – Ekonomi.
Seiring berjalannya waktu dan dinamika yang berkembang serta dengan melihat pada kebutuhan di masa yang akan datang. Maka komunitas Riba Crisis Center (RCC) bertranformasi menjadi Organisasi/Perkumpulan yang berbadan hukum. Sebuah wadah dakwah anti riba yang akan bersinergi bersama mitra-mitra kerja dan dakwah anti riba lainnya membangun sebuah upaya solusi bagi masyarakat agar sadar dan bangkit, berjuang bersama-sama, menuju hidup yang penuh berkah, makmur sejahtera tanpa riba.

Presidium Riba Crisis Center beranggotakan:

  1. Reza Reginoajie
  2. Chandra Yulistia
  3. Deri Suandi
  4. Ahmad Taufik
  5. Irman Sunandar
  6. Muhaddist M Baso
  7. Priyo Gunawan R
  8. Helmy Ardian
  9. Acep Edi Setiawan
  10. Asep Kustiwa

Setelah melalui proses yang cukup singkat maka pada tanggal 21 November 2017 Akta Pendirian Perkumpulan Riba Crisis Center disahkan dihadapan Notaris Ervinia Ida Wahyuni Adam SH, M.Kn. Pada waktu berikutnya Organisasi yang baru disahkan secara hukum melakukan Rapat Umum Anggota Luar Biasa pada tanggal 1 April 2018 di Purwakarta atas inisiasi Pengurus Riba Crisis Center dan sahabat-sahabat pengurus RCC Purwasukasi (Purwakarta, Subang, Karawang, Bekasi) dan dibentuklah kepengurusan RCC yang baru dengan mengikutsertakan sahabat-sahabat dari Purwasukasi dalam kepengurusan pusat yang selanjutnya disebut sebagai Dewan Pimpinan Pusat Riba Crisis Center (DPP RCC).